Rabu, 15 Juni 2016

Bukan Halangan, Tapi Tantangan

#‎curhatmentorHuffazhOnline‬

Rasanya ga bisa diungkapin pakai kata-kata ngelihat semangat salah seorang member Huffazh Online ini. Sebut saja dia Fulanah.

Setiap hari sesuai jadwalnya saya sebagai mentornya menghubungi mba Fulanah ini buat terima setoran hafalannya.

Dan satu yang saya ga sangka. Ternyata mba Fulanah ini sedang hamil 9 bulan. Saat malam saya hubungi itu saya baru tahu kalau ternyata itu sudah masuk jadwal hari perkiraan kelahiran. Wah si mba nya hebat banget. Batin saya saat itu. Dan luar biasanya lagi mbanya melahirkan beberapa jam ga lama setelah beliau setoran hafalan qur'an sama saya. ‪#‎merinding‬
 
Ga selesai di situ. Mba Fulanah sempat bertanya sama saya boleh ga tetap setoran hafalan walaupun lagi nifas? Saya bilang silahkan aja mba. Kalau memang ga berat buat mba nya.
Dan bener aja.. Mba Fulanah ini tetap setoran hafalan qur'an.. Istiqomah tiap hari. Entah sambil menyusui anaknya. Atau saat anaknya tidur di pangkuannya.

Masyaallah..

Saya jadi baper sekaligus iri melihat dan membersamai mba Fulanah ini dalam menghafal Al-Qur'an.
Kebayang dong ya ribetnya ngurusin bayi merah masih usia harian sambil tetep jaga interaksi sama Al-Qur'an. Dahsyat... Ga semua bisa. Rata-rata member lain sih akan ambil cuti setoran hafalan qur'an. Tapi yang ini satu yang beda.. Dia ga menjadikan itu sebagai halangan.. Tapi sebuah tantangan.. Kapan lagi bisa langsung memberikan sebuah teladan terbaik bagi anaknya dan mengawali hari-hari pertamanya di dunia ini dengan menunjukkan kecintaan pada Al-Qur'an. Indah banget ya...

Jadi memang benar.. Keistiqomahan itu memang sebuah rahmat dari Allah.. Untuk bisa istiqomah bagaimanapun kondisinya sangat perlu campur tangannya Allah berupa ridha dan kekuatan dariNya.
Semoga jadi ibroh buat kita semua. Jadi contoh yang baik dan bisa kita praktekkan juga di kehidupan kita. Mengawali parenting dengan mengenalkan Al-Qur'an kepada buah hati.


_Huffazh Online_

FanPage Facebook: Huffazh Online
Blog: http://menghafalalquranyuk.blogspot.co.id/
Info pendaftaran: 082111016017 (Whatsapp/SMS/Telp)
Tapi mohon maaf, pendaftaran sementara ini hanya dibuka untuk akhwat. Dan yang mau daftar sepertinya harus masuk daftar tunggu dulu ya. Dikarenakan banyak peminatnya. jadi siapa yang cepat dan masih ada quota akan diterima, kalau sudah melebihi quota akan masuk daftar tunggu.
‪#‎menemaniperjalanancintapadaNya‬

Bersama Al-Qur'an Kapanpun di Manapun

Pernah ada masa-masa begitu sulit menjaga diri tetap bersama para penjaga Al-Qur'an di manapun dan kapanpun.
Karena tempat tinggal bukan lagi di pesantren. Tidak lagi stay at home seperti sebelumnya, mengharuskan mobile ke sana ke mari karena aktifitas pekerjaan dan lingkungan.

Lalu terpikirlah.. Sepertinya asik kalau ada orang yang selalu mengingatkan untuk menjaga hafalan qur'an, menjaga interaksi dengan Al-Qur'an di manapun, tanpa perlu terkendala tempat dan waktu.
Perlahan dimulailah komunitas ini. Komunitas yang punya semangat bersama Al-Qur'an kapanpun di manapun.. Huffazh Online.

Sejak awal mula terbentuk sampai saat ini sudah berlalu 2 tahun. Beragam problema.. Pasang surut.. Terlewati. Dan ternyata kami bertahan. Dengan izin Allah.

Hanya bermodalkan semangat bahwa kami yang butuh untuk terus bersama Al-Qur'an.. Ianya sudah seperti oksigen. Tanpanya berarti hidup dengan terengah, tak bisa bernafas.

Siapapun anda.. Bekerja ataupun tidak.
Siapapun anda.. Sibuk ataupun pengangguran.
Siapapun anda.. Dan apapun latar belakang anda.
Selama tekadnya sama: ingin bersama Al-Qur'an sampai hembusan nafas terakhir.
Berarti kita sama.
Punya semangat yang sama.

Ujung dari semangat itu adalah keridhaan Allah.

Selalu.


_Huffazh Online_

FanPage Facebook: Huffazh Online
Blog: http://menghafalalquranyuk.blogspot.co.id/
Info pendaftaran: 082111016017 (Whatsapp/SMS/Telp)
 
Tapi mohon maaf, pendaftaran sementara ini hanya dibuka untuk akhwat. Dan yang mau daftar sepertinya harus masuk daftar tunggu dulu ya. Dikarenakan banyak peminatnya. jadi siapa yang cepat dan masih ada quota akan diterima, kalau sudah melebihi quota akan masuk daftar tunggu.
‪#‎menemaniperjalanancintapadaNya‬

Sabtu, 23 April 2016

Jumat, 18 September 2015

BAGAIMANA KABARMU DENGAN AL-QUR’AN?

Semakin banyak waktu yang kamu habiskan dengan Al-Qur’an maka semakin banyak pula rahasia dan harta tersimpan yang diberikannya kepadamu, dan setiap orang yang melaziminya akan dibukakan untuknya pintu dari pintu pintu memahami Al-Qur’an dan petunjuknya.

Bertanyalah kepada para penghafal Al-Qur’an tentang kenikmatan ketika membaca Al-Qur’an di depan guru mereka. Sang guru akan bangga denganmu ketika melihatmu bersungguh-sungguh, tetapi apabila dia melihatmu bersedih, maka dia akan memegang hatimu dan mendoakannya. 


Menyendiri..
Sebagian dari manusia menganggapnya adalah penyakit psikologi yang membutuhkan terapi.. 
Dan bagi penghafal Al-Qur’an hal itu adalah kenikmatan yg membuat mereka meninggalkan keramaian manusia untuk mendapatkannya.


Dari keajaiban Al-Qur’an, menghafal dan melupakannya sangatlah mudah. Agar dia tidak tersisihkan oleh yang lainnya, maka jadikanlah ia kesibukan utamamu, dan temanmu selamanya, dan penghiburmu di siang dan malam hari.

Di zaman yang telah banyak sekali tempat hiburan, dan semua hal yang berubah dengan cepat, dan fitnah dengan segala bentuknya, maka kau harus berjuang dengan keras untuk selalu berada bersama para penghafal Al-Qur’an.


Ketika kau membaca Al-Qur’an, carilah dirimu setiap kali engkau selesai membaca setiap satu ayat, kau akan mendapatkan sesuatu yang memberikanmu petunjuk dan menolong dan meliputimu, kau akan menemukan obat yang menyembuhkanmu, dan kebahagiaan yang memecahkan kegelisahanmu.


Betapa banyak air mata yang dihapus oleh Al-Qur’an, betapa banyak luka yang diobati oleh Al-Qur’an, dan betapa banyak ruh yang ditenteramkan oleh Al-Qur’an, betapa banyak penghafal Al-Qur’an yang berada di kenikmatan yang agung, yang tidak dapat dirasakan oleh selain mereka.

Ketika kau merasa berat menghafal satu surat dari Al-Qur’an maka ulangilah membaca nya dan rasakanlah berapa banyak pahala yang engkau dapatkan dari bacaanmu. Kau akan mendapatkan dirimu mempunyai tekad dan ketetapan hati yang kuat.


Selama kita bersama Al-Qur’an, maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kita

Jangan sampai maksiat menjauhkanmu dari Al-Qur’an, karena sesungguhnya demi Allah Yang Maha Besar, tidak akan pernah berpisah antara Al-Qur’an dan penghafalnya.


Siapapun yang datang kepada Al-Qur’an dengan segala yang dipunyai, maka Al-Qur’an pasti mendatanginya.


Al-Qur’an sangatlah mulia, tidak diberikan kepada siapa saja yang mencarinya dengan lesu dan malas,
Raihlah ia dengan sekuat tenaga !!


Wahai engkau yang telah dikaruniakan oleh Allah dan diberikan kenikmatan dengan dijadikannya dadamu menjadi tempat dititipkan nya Al-Qur’an..
Perbaikilah hafalanmu, jagalah amanah ini...
Maka sudah sepatutnya untuk setiap pembawa Al-Qur’an ini untuk tidak mengisinya kecuali dengan kebaikan.


Jangan sampai rasa bangga dengan keberhasilan hafalan melalaikanmu dari mengulangnya.


Jangan putus asa sehingga menjadikanmu berkata, "Aku tidak mampu melancarkannya". Kesempatan berada di depanmu, dan kehidupan ini bersinar dengan indah..
Hanya kokohkanlah pijakanmu..
Dan lanjutkan dengan caramu..
Kau pasti menemukan kemudahan.


Salah satu dari salaf bertanya kepada muridnya, "Apakah kamu menghafal Al-Qur’an?
Murid : " Tidak."
Guru : "Seorang mukmin yang tidak menghafal Al-Qur’an! Dengan apakah ia merasakan kenikmatan? Dengan apakah ia bersenandung? Dan dengan apakah ia bermunajat kepada Pencipta Nya?”

Apabila engkau merasakan beratnya menyempurnakan wirid Al-Qur’an mu, maka ketahuilah bahwa terdapat dosa yang menetap di hatimu, maka bersihkanlah!

Utsman r.a. berkata : "Apabila hati kita telah bersih maka kita tidak akan pernah bosan dengan Al-Qur’an.”


Jangan sampai engkau tersandung dengan banyaknya rintangan di jalan yang sedang kau lalui saat ini...
Sudah seharusnya rintangan itu hadir..
Dan sudah seharusnya kesabaran selalu menemani...
Bahkan dengan terus bersabar dan berjuang..




Kamis, 16 Juli 2015

Menjadi Alumni Ramadhan yang Bertaqwa

Dari segenap management Huffazh Online memohon maaf atas khilaf dan salah selama ini. Semoga dengan berlalunya ramadhan tahun ini membuat kita semakin pantas menjadi Ahlul Qur'an yang bertaqwa dan Allah ridhai.. Aamiin

Selasa, 23 Juni 2015

8 HAL AGAR MENGHAFAL AL-QUR’AN TERASA NIKMAT

Berikut ini adalah 8 hal yg insyAllah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini kami dapatkan dari ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.

Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau. “ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??” “SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai. Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “targetnya ustadz???” “targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden. “mm.. kalo pencapaiannya ustadz???” Ibu itu terus bertanya. “pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden.

Menggelitik, tapi sarat makna.Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari SYETAN”…

(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yg penting durasi 1 jam)

Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.

1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFALAllah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yg berbeda2 pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yg sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.

2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDAKalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal. Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah. 1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe. Toh 1 huruf 10 pahala bukan?? So jangan buru2… Tapi ingat! Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’

3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan?? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (hatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa hatam jika tidak pernah diulang?? Setialah bersama Al-Qur’an.

4. SENANG DIRINDUKAN AYATAyat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yg dirindukan ayat..

5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAPNikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak. Menghafalpun demikian. Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.

6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

7. MENGUTAMAKAN DURASISeperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yg akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam. 1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!! 5 persen untuk qur’an

8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWIDCari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yg ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya). Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.

NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait…Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi.. mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal. Kami yakin ada yg tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yg wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan. Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yg marketable. Percayalah.. 1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y. dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE. satu lagi.. seringkali teman kita menakut2i “jangan ngafal.. awas lho, kalo lupa dosa besar”.. hey, yg dosa tu MELUPAKAN, bukan LUPA. Imam masjidil Harom pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar???Oke ya… Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Amiin…selamat menghafal.

(Catatan dari Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al Quran bersama Ustadz Bachtiar Nashir dan Ustadz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah; 7/6/'15) - bersama Ustadzuna Alfan Syulukh, S.Psi., Al Hafidz.